Perbedaan Sensor Digital dan Sensor Analog

By | 14/08/2017

Apa perbedaan sensor digital dan sensor analog? Apakah yang dimaksud dengan sensor? Bagaimana sensor bekerja?Pertanyaan – pertanyaan itu yang mungkin akan muncul bagi anda yang mulai mengenal atau bekerja menggunakan sensor digital atau analog. Sebelum berbicara lebih jauh tentang perbedaan sensor digital dan analog, mari kita pahami secara lugas apa yang dimaksud dengan sensor.

Baca jugaBUKA PANDUAN LENGKAP PLC DASAR OMRON

Sensor adalah perangkat/device yang berfungsi untuk menangkap fenomena/besaran fisis atau kimia yang ada di sekitar sistem kendali atau kontrol. Jika kita berbicara tentang manusia, maka panca indera kita adalah wujud paling dekat dari sensor – sensor tersebut. Satu saja kita ambil contoh misalnya mata, mata kita dapat menangkap informasi sebarapa jauh objek yang anda lihat (sensor jarak), apa warna objek tersebut (sensor warna), apa bentuk objek tersebut (shape recognition) bahkan seberapa cepat benda tersebut bergerak. Bagaimana otak sebagai kendali utama dapat mengetahui jarak benda, warna atau bentuk benda? Maka harus ada informasi yang dikirim oleh mata ke otak, dimana informasi tersebut harus berwujud sesuatu yang dapat diterima oleh otak. Ternyata informasi tersebut berupa impulse signal –  signal listrik yang dibawa melalui syaraf – syaraf sensori untuk masuk ke dalam otak. Kode impulse signal listrik tersebut yang oleh otak (controller) diterjemahkan menjadi jarak, warna dan bentuk.

Dari analogi di atas, hal paling penting yang dapat disimpulkan dari kerja sebuah sensor adalah menangkap fenomena/besaran fisis atau kimia (atau yang lain) dan mengirim informasi yang dapat diolah/dikenali oleh controller. Nah, jika saat ini kita bekerja dengan sistem kendali berbasis elektrik atau listrik, maka segala jenis sensor harus mengeluarkan informasi pendeteksian/pengukuran berupa besaran listrik. Besaran listrik tersebut umumnya berupa tegangan (voltage) dan arus (current).

perbedaan sensor digital dan analog

Secara umum sensor memiliki 3 kabel keluaran, yaitu cokelat, biru dan hitam. Cokelat dan biru adalah kabel yang harus dihubungkan dengan catu daya (missal 24 V dan 0 V). Nilai pembacaan sensor akan dikeluarkan melalui kabel hitam, misalnya dalam bentuk tengangan dari hitam ke biru. Nilai atau hasil pengukuran tegangan dan arus satu sensor dengan sensor lainnya bisa saja beragam, walaupun mengukur besaran yang sama. Hal ini tergantung dari jenis rangkaian pendeteksi yang digunakan oleh produsen pembuat sensor. Nilai yang beragam ini bisa saja memiliki banyak rentang nilai terendah hingga tertinggi, misalnya dari 0V hingga 12V, dari 0,4V hingga 7,5V dan kemungkinan rentang – rentang yang lain. Jika yang diinginkan hanya kondisi ada atau tidak nya benda, terang atau gelap, panas atau dingin, maka pembacaan tersebut dapat langsung diklasifikasikan menjadi 2 kelompok dengan batas yang jelas, yaitu tinggi dan rendah atau 1 dan 0. Pada sensor jenis PNP, saat bernilai tinggi tengangan antara hitam ke biru adalah 24V sedangkan saat bernilai rendah tegangannya adalah 0V. Sensor yang seperti ini selanjutnya lebih sering kita jumpai dengan nama Sensor Digital. Beberapa sensor digital masih memiliki adjuster dimana kita dapat mengatur sensitifitas pendeteksian sensor, yang artinya kita sedang “memainkan batas” pengelompokkan pembacaan tersebut.

perbedaan sensor digital dan analog

Baca juga : Penyambungan Sensor Digital pada PLC

Untuk beberapa sensor yang lain, nilai pembacaan tersebut tidak dikelompokkan menjadi tinggi dan rendah atau 1 dan 0 saja, karena yang diinginkan adalah informasi yang rinci. Bukan hanya ada atau tidak ada benda, melaikan seberapa jauh atau seberapa dekat. Tidak hanya terang atau gelap tetapi juga seberapa terang, redup, seberapa gelap.  Tidak hanya panas dan dingin, tetapi juga cukup panas, panas dan sangat panas. Sensor jenis ini tetap mempertahankan nilai pembacaan dari terendah hingga tertinggi. Sensor yang seperti ini selanjutnya lebih sering kita jumpai dengan nama Sensor Analog. Untuk saat ini beberapa sensor analog yang digunakan di industri telah memiliki standar keluaran, yaitu untuk tegangan 0 – 5 V, 1 – 5 V, 0 – 10 V, -10 – +10 V sedangkan untuk arus adalah 4 mA hingga 20 mA.

perbedaan sensor digital dan analog

Pemilihan dan penggunaan setiap jenis sensor tentu akan disesuaikan dengan objek yang akan dideteksi dan signal masukan yang dibutuhkan oleh kerja sistem otomasi itu sendiri. Namun pada kenyataannya sensor analog memiliki harga jauh lebih mahal daripada sensor digital. Besaran analog juga tidak dapat diolah langsung oleh kendali terpogram seperti PC, Microcontroller atau pun PLC karena perangkang yang memiliki CPU hanya mampu mengolah data digital. Oleh karena itu, pemakaian sensor analog selalu bersamaan dengan konverter dari analog ke digital atau ADC (Analog to Digital Converter).

Demikian pembahasan tentang perbedaan sensor digital dan sensor analog. Pertanyaan, diskusi atau kerja sama tentang Otomasi Industri dapat anda sampaikan melakui email atau telepon yang tercantum pada About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *