Dasar Pengoperasian Inverter untuk Pengendalian Motor Induksi 3 Phasa

By | 23/07/2020

Artikel ini membahas tentang dasar pengoperasian Inverter untuk pengendalian motor induksi AC 3 phasa. Inverter atau lebih tepatnya disebut dengan Variable Frequency Driver (VFD) saat ini digunakan secara luas untuk pengendalian motor listrik 3 phasa, terutama pada pengoperasian dengan beban tinggi atau kecepatan yang beragam.

BUKA PANDUAN LENGKAP PLC DASAR OMRON

Pengendalian motor listrik adalah salah satu bagian penting dari sistem otomasi industri. Karena motor listrik mengisi hampir di semua sistem penggerak pada peralatan atau mesin di industri. Sebelum anda terlalu jauh belajar tentang otomasi industri, terutama pengendalian motor listrik dengan perangkat kendali yang berteknologi tinggi, pastikan anda mempelajari terlebih dahulu teknik – teknik dasarnya. Pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang pengendalian motor AC 3 phasa dengan Direct Online dan juga pengendalian Motor AC 3 phasa dengan Star/Delta.

Baca : Pengendalian Motor Listrik Direct Online

Gambar di bawah adalah prinsip utama pengaturan kecepatan motor AC.

Dengan melihat rumus di atas, maka pengaturan kecepatan paling mudah dilakukan dengan melakukan perubahan frekuensi yang masuk pada motor. Variable Frequency Drive (VFD) memang lebih sering dikenal dengan nama Inverter di pasaran, atau di kalangan pelaku proyek industry. Hal ini dimungkinkan adanya prinsip inverting di dalam VFD tersebut. Secara sederhana prinsip dasar VFD untuk dapat mengubah frekuensi menjadi lebih kecil atau lebih besar ditunjukkan pada gambar di bawah.

Dengan mengatur penyaklaran pada IGBT maka polaritas dari kutub L1, L2 dan L3 dapat diatur, begitu juga dengan mengatur kecepatan penyaklaran maka output inverter akan menghasilkan frequensi yang diharapkan.

Baca :  Rangkaian Kendali Dasar Sistem Otomasi.

Selanjutnya Jago otomasi akan membahas salah satu inverter untuk pengendalian motor induksi AC 3 phasa dengan merk Toshiba dengan seri VF-nC3, dengan kapasitas yang kami gunakan adalah 0,75 kW. Gambar di bawah adalah inverter Toshiba VF-nC3.

Bagian Utama dari Inverter / VFD dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu panel kontrol dan terminal. Pada panel kontrol terdapat tombol – tombol operasional dan pengaturan, lampu indicator dan display parameter. Panel kontrol pada inverter Toshiba ditunjukkan oleh gambar di bawah ini.

Tombol utama yang perlu diketahui fungsinya dalam pengoperasian inverter adalah :

  1. Tombol RUN, Jika tombol ini ditekan, maka lampu RUN akan menyala berkedip dan Inverter akan memulai operasional motor. Inverter / VFD menyambungkan tegangan dan frekuensi ke motor AC 3 phasa.
  2. Tombol STOP, saat lampu RUN menyala berkedip, menekan tombol STOP akan memnyebabkan inverter berhenti memberikan output tegangan dan frekuensi, sehingga motor akan diperlambat dan berhenti.
  3. Tombol MODE, berfungsi untuk mengubah tampilan mode RUN, Setting dan monitor. Melalui tombol ini, kita dapat masuk ke menu pengaturan/setting pada inverter.
  4. SETTING DIAL, berfungsi untuk scroll up atau down dalam memilih jenis pengaturan, atau menaikkan atau menurunkan nilai. Pada bagian tengan Setting Dial juga terdapat tombol yang jika ditekan berfungsi sebagai Enter (pengeksekusi pilihan)
  5. EASY, tombol ini digunakan untuk memilih mode pengaturan secara sederhana atau standar.

Baca juga : Metode Pengendalian Motor AC

Lampu dan Indikator Utama yang perlu diketahui dalam pengoperasian inverter adalah :

  1. Lampu RUN, akan menyala saat inverter tidak mengeluarkan output, dan menyala berkedip saat mengeluarkan output tegangan dan frekuensi untuk mengendalikan motor
  2. Lampu PRG, akan menyala saat inverter dalam mode pengaturan. Misalnya sedang dipilih mode pengoperasian, pengaturan batas frekuensi dan lain – lain.
  3. Lampu %, mengindikasikan nilai persentase yang dikeluarkan.
  4. Lampu Hz, mengindikasikan nilai frekuensi yang dikeluarkan oleh inverter.
  5. Layar display Utama, fungsinya untuk menunjukkan tampilan pilihan mode, frekuensi yang sedang berjalan, dan lainnya.

Berikut ini adalah Terminal pada Rangkaian Power. Bagian atas adalah sumber utama yang masuk ke dalam Inverter dan bagian bawah adalah keluaran yang menuju motor Induksi 3 phasa.

Bagian atas terdapat 3 terminal utama yaitu R/L1, S/L2 , T/L3, dan terminal Grounding. Pada kondisi sumber tegangan yang tersedia dan kebutuhan daya inverter adalah 3 phasa, maka 3 terminal pertama difungsikan semuanya. Namun pada kondisi lain dimana supply yang tersedia dan kebutuhan daya inverter adalah 1 phasa, maka umumnya yang digunakan adalah 2 terminal pertama (R/L1 dan S/L2). Bagian atas 3 terminal utama, yaitu U/T1, V/T2, W/T3 dan beberapa terminal grounding.

Pengoperasian Inverter dapat dilakukan dengan 2 metode utama, yaitu melalui Panel Operasoinal atau melalui terminal kontrol. Gambar di bawah adalah menu pilihan utama pengoperasian inverter.

Fungsi CNOD adalah pilihan untuk mengoperasikan inverter (Run/Stop) melalui Terminal (0), Panel Keypad (1) atau melalui port RS485 (2). Fungsi FNOD adalah pilihan untuk pengaturan frekuensi yang akan dikeluarkan oleh inverter dapat melalui terminal (0), setting dial (1/2), Port RS485 (3) dan external logic input (5).

Pada artikel ini dibatasi pembahasan tentang pengoperasian inverter melalui Panel, sedangkan metode pengoperasian lain akan dibahas di artikel selanjutnya. Berikut ini adalah langkah – langkah pengoperasiannya.

  1. Sambungkan Supply daya seperti pada gambar di bawah. Jika Supply daya adalah 1 phasa, maka terminal yang disambungkan adalah R dan S.

  1. Lakukan pengaturan Mode Command

Tekan tombol MODE, lalu putar Setting dial ke arah CNOD kemudian klik pada bagian tengah, dan putar kembali hingga muncul angka 1, lalu tekan tombol setting dial bagian tengah untuk mengunci nilai 1 agar RUN/STOP dapat dilakukan melalui Panel.

  1. Kemudian masuk ke pengaturan frekuensi pada FNOD.

Putar SETTING DIAL hingga pada layar tampil FNOD, kemudian klik pada bagian tengah, lalu pilih lagi nomor 2 untuk dapat melakukan pengaturan frekuensi dengan SETTING DIAL.

  1. Selanjutnya masuk ke pengaturan Batas Frekuensi di menu FH.

Pada FH dapat diisi dengan Frekuensi maksimum yang disesuaikan dengan spesifikasi motor yang akan dikendalikan. Misalnya motor yang digunakan adalah 50 Hz, maka nilai FH dapat diatur pada nilai 50.

  1. Bagian terakhir adalah pengaturan arah putaran motor.

Pengaturan arah putaran dapat dilakukan pada Fr, Nilai 0 dipilih jika arah yang diinginkan adalah Forward, dan 1 untuk arah Reverse.

  1. Kemudian tekan tombol MODE beberapa kalai hingga muncul display 0.0

Dengan pengaturan di atas, Inverter sudah dapat melakukan pengaturan RUN/STOP Motor AC 3 phasa.

Demikian pengoperasian dasar Inverter untuk pengendalian motor induksi AC 3 phasa. Metode operasi berikutnya adalah pengendalian dengan menggunakan terminal control Inverter.

 

Anda dapat menyaksikan simulasi logika program PLC di Playlist Video berikut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *